1.
Orang yang mampu membayar utang namun menunda-nundanya disebut sebagai
pelaku kezaliman. Rasulullah bersabda, “Perbuatan orang kaya yang
menunda-nunda pembayaran utangnya adalah suatu kezhaliman” (HR.
al-Bukhari dan Muslim)
2. Orang yang sengaja menolak melunasi utang kelak berjumpa dengan Allah sebagai pencuri. Rasulullah bersabda, “Siapa
saja yang berutang dengan niat tidak akan melunasinya, niscaya dia akan
bertemu Allah (pada hari Kiamat) dalam keadaan sebagai pencuri” (HR.
Ibnu Majah dengan sanad Shahih).
3. Jiwa orang yang berutang
dan belum melunasinya tertahan. Rasulullah bersabda,“Jiwa seorang mukmin
tertahan oleh utangnya hingga utang tersebut terlunasi” (HR.
at-Tirmidzi dengan sanad shahih).
4. Rasulullah enggan
menshalatkan Jenazah orang yang mempunyai utang hingga utangnya dilunasi
atau adanya seseorang yang menjamin untuk melunasinya.
Dari
Jabir bin Abdillah, ia berkata, ‘Rasulullah biasanya menolak
menshalatkan seseorang yang wafat dalam keadaan masih memiliki utang.
Suatu ketika dihadirkan ke hadapan beliau mayat seseorang, lalu beliau
bertanya, ‘Apakah dia mempunyai utang?’ Para sahabat menjawab, ‘Ya, dua
dinar.’ Beliau bersabda, ‘(Kalau begitu) shalatkanlah saudara kalian
ini.’ Maka Abu Qatadah berkata, ‘Wahai Rasulullah, biarlah aku yang
menanggung dua dinar itu.’ Maka beliau pun menshalatkannya” (HR. Ahmad,
Abu Dawud dan an-Nasa’i, dengan sanad shahih).
5. Dosa
menanggung (tidak membayar) utang tidak akan diampuni sekalipun
pelakunya mati syahid. Rasulullah bersabda,“Seluruh dosa orang yang mati
syahid akan diampuni kecuali utang.” (HR. Muslim)
Minggu, 19 Oktober 2014
cinta islam
→ ANCAMAN BAGI ORANG YANG MENUNDA UTANG DAN ENGGAN MEMBAYARNYA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar