Puasa secara bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan secara
terminologi, adalah menahan diri pada siang hari dari berbuka dengan
disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit
fajar hingga terbenam matahari.
Detailnya, puasa adalah menjaga dari pekerjaan-pekerjaan yang dapat
membatalkan puasa seperti makan, minum, dan bersenggama pada sepanjang
hari tersebut (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa
diwajibkan atas seorang muslim yang baligh, berakal, bersih dari haidl
dan nifas, disertai niat ikhlas semata-mata karena Allah ta'aala.
Adapun
rukunnya adalah menahan diri dari makan dan minum, menjaga kemaluannya
(tidak bersenggama), menahan untuk tidak berbuka, sejak terbitnya ufuk
kemerah-merahan (fajar subuh) di sebelah timur hingga tenggelamnya
matahari. Firman Allah swt : "Dan makan minumlah hingga terang bagimu
benang putih dari benang hitam, yaitu fajar". (Al-Baqarah: 187).
Ibn
'Abdul Bar dalam hadis Rasulullah saw "Sesungguhnya Bilal biasa azan
pada malam hari, maka makan dan minumlah kamu sampai terdengarnya azan
Ibn Ummi Maktum", menyatakan bahwa benang putih adalah waktu subuh dan
sahur hanya dikerjakan sebelum waktu fajar".
BEBERAPA FAEDAH PUASA
Puasa mempunyai banyak faedah bagi ruhani dan jasmani kita, antara lain:
- Puasa
adalah ketundukan, kepatuhan, dan keta'atan kepada Allah swt., maka
tiada balasan bagi orang yang mengerjakannya kecuali pahala yang
melimpah-ruah dan baginya hak masuk surga melalui pintu khusus bernama
'Ar-Rayyan'. Orang yang berpuasa juga dijauhkan dari azab pedih serta
dihapuskan seluruh dosa-dosa yang terdahulu. Patuh kepada Allah Swt
berarti meyakini dimudahkan dari segala urusannya karena dengan puasa
secara tidak langsung kita dituntun untuk bertakwa, yaitu mengerjakan
segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Sebagaimana yang terdapat
pada surat Al-Baqarah: 183, yang berbunyi ;"Hai orang-orang yang beriman
diwajibkan bagi kamu untuk berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum
kamu, supaya kamu bertakwa".
- Berpuasa juga merupakan sarana
untuk melatih diri dalam berbagai masalah seperti jihad nafsi, melawan
gangguan setan, bersabar atas malapetaka yang menimpa. Bila mencium
aroma masakan yang mengundang nafsu atau melihat air segar yang
menggiurkan kita harus menahan diri sampai waktu berbuka. Kita juga
diajarkan untuk memegang teguh amanah Allah swt, lahir dan batin, karena
tiada seorangpun yang sanggup mengawasi kita kecuali Ilahi Rabbi.
Adapun
puasa melatih menahan dari berbagai gemerlapnya surga duniawi,
mengajarkan sifat sabar dalam menghadapi segalaa sesuatu, mengarahkan
cara berfikir sehat serta menajamkan pikiran (cerdas) karena secara
otomatis mengistirahatkan roda perjalanan anggota tubuh. Lukman
berwasiat kepada anaknya :"Wahai anakku, apabila lambung penuh, otak
akan diam maka seluruh anggota badan akan malas beribadah".
- Dengan
puasa kita diajarkan untuk hidup teratur, karena menuntun kapan waktu
buat menentukan waktu menghidangkan sahur dan berbuka. Bahwa berpuasa
hanya dirasakan oleh umat Islam dari munculnya warna kemerah-merahan di
ufuk timur hingga lenyapnya di sebelah barat. Seluruh umat muslim sahur
dan berbuka pada waktu yang telah ditentukan karena agama dan Tuhan yang
satu.
- Begitupun juga menumbuhkan bagi setiap individu rasa
persaudaraan serta menimbulkan perasaan untuk saling menolong antar
sesama. Saling membahu dalam menghadapi rasa lapar, dahaga dan sakit.
Disamping itu mengistirahatkan lambung agar terlepas dari bahaya
penyakit menular misalnya. Rasulullah Saw bersabda, "Berpuasalah kamu
supaya sehat". Seorang tabib Arab yang terkenal pada zamannya yaitu
Harist bin Kaldah mengatakan bahwa lambung merupakan sumber timbulnya
penyakit dan sumber obat penyembuh".
Tiada diragukan kita
dapati jihad nafsi, menyelamatkan dari segala aroma keduniaan dalam
menahan hawa nafsu. Seperti yang dikatakan Rasulullah Saw,:
"Wahai
pemuda/i, barang siapa yang telah memenuhi bekal, bersegeralah kawin,
sesungguhnya itu dapat menahan dari penglihatan dan menjaga kemaluan.
Dan barang siapa belum memenuhi maka berpuasalah, sesungguhnya itu
adalah penangkalnya".
Dari uraian diatas dapat kita simpulkan
bahwa puasa mempunyai manfaat-manfaat yang tidak bisa kita ukur.
Karenanya bersyukurlah orang-orang yang dapat mengerjakan puasa.
Sebagaimana Kamal bin Hammam berkata, "Puasa adalah rukun Islam yang
ketiga setelah syahadat dan salat, di syariatkan Allah Swt karena
keistimewaan dan manfaatnya seperti: ketenangan jiwa dari menahan hawa
nafsu, menolong dan menimbulkan sifat menyayangi orang miskin, persamaan
derajat baik itu faqir atau kaya.